RUPS Sebagai Tempat Pembuktian Pelaksanaan “Fiduciary Duty”


RUPS harus menjadi ajang pembuktian “fiduciary duty” dari direksi terhadap pemegang saham dengan pembagian profit yang maksimal.

Rupanya fungsi objektif dari perusahaan publik masih memiliki bias. Friedman mengatakan bahwa perusahaan publik memiliki kewajiban memperkaya pemegang saham. Kewajiban tersebut dikenal sebagai “Fiduciary Duty”.

Keadaan demikian tidak tercermin, apabila manajer perusahaan publik memperkaya perusahaan. Adapun memperkaya perusahaan berbeda dengan memakmurkan pemegang saham (Oliver Hart and Luigi Zingales, 2018). Pemegang saham tidak akan bertahan di perusahaan, tetapi bergerak mengikuti kesempatan yang ada di pasar modal.

Lalu kepentingan pemegang saham akan terwakili di Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Pemaksimalan pembagian keuntungan diperlihatkan dalam RUPS tersebut. RUPS merupakan ajang pembuktian bahwa direksi telah bertanggung jawab memaksimalkan kemakmuran pemegang saham melalui pembagian keuntungan.

Hal tersebut berbeda, apabila direksi memaksimalkan kekayaan perusahaan. Pemegang saham yang berinvestasi jangka pendek akan mengalami kerugian. RUPS akan menunda pembagian keuntungan perusahaan kepada pemegang saham dengan alasan kebutuhan modal.

Dengan demikian, RUPS harus menjadi ajang pembuktian “fiduciary duty” dari direksi terhadap pemegang saham dengan pembagian profit yang maksimal.

Dr. Chandra Yusuf, S.H., LL.M., MBA., MM.gt

Share your thoughts